SEJARAH PERKEMBANGAN MUHAMMADIYAH DI INDONESIA
SEJARAH PERKEMBANGAN MUHAMMADIYAH DI INDONESIA
1. Latar Belakang Lahirnya Muhammadiyah
Pada awal abad ke-20, masyarakat muslim Indonesia menghadapi:
-
Praktik keagamaan yang bercampur dengan tradisi lokal.
-
Keterbelakangan dalam pendidikan dan kesehatan.
-
Pengaruh misionaris Barat.
-
Tantangan modernisasi dan kolonialisme Belanda.
Di tengah kondisi tersebut, KH. Ahmad Dahlan, seorang ulama pembaharu dari Kauman, Yogyakarta, ingin melakukan tajdid (pembaruan) dengan kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah serta memperbaiki kualitas umat melalui pendidikan dan amal sosial.
2. Pendirian Muhammadiyah (1912)
-
Didirikan pada 18 November 1912 di Yogyakarta oleh KH. Ahmad Dahlan.
-
Tujuannya:
-
Memurnikan ajaran Islam dari praktik yang tidak berdasar.
-
Mendorong pendidikan modern.
-
Memperbaiki kondisi sosial umat Islam.
-
Menghadapi tantangan modernitas secara positif.
-
Nama “Muhammadiyah” berarti pengikut Nabi Muhammad SAW.
3. Perkembangan Organisasi di Awal Abad ke-20
Muhammadiyah cepat berkembang karena:
-
Sistem pendidikan modern (kelas, kurikulum, dan penilaian).
-
Pendirian sekolah berorientasi ilmu agama dan umum.
-
Kegiatan sosial seperti rumah yatim, layanan medis, dan panti asuhan.
-
Administrasi organisasi yang rapi dan adaptif.
Pada 1920-an, Muhammadiyah membuka cabang di berbagai kota besar seperti:
-
Surabaya
-
Pekalongan
-
Makassar
-
Medan
-
Aceh
4. Peran dalam Pergerakan Nasional
Pada masa kolonial:
-
Muhammadiyah memajukan pendidikan pribumi sehingga meningkatkan kesadaran nasional.
-
Berperan dalam pembentukan MIAI (Majelis Islam A’la Indonesia) tahun 1937, wadah persatuan ormas Islam.
-
Anggota-anggota Muhammadiyah banyak terlibat dalam perjuangan kemerdekaan.
Meski tidak bergerak langsung dalam politik, Muhammadiyah memberikan pengaruh intelektual dan moral dalam pergerakan nasional.
5. Masa Kemerdekaan dan Konsolidasi (1945–1970)
Setelah Indonesia merdeka:
-
Muhammadiyah memperluas jaringan pendidikan: sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
-
Membentuk Rumah Sakit PKU Muhammadiyah di banyak kota.
-
Mengembangkan Aisyiyah sebagai organisasi perempuan yang sangat aktif dalam pendidikan dan kesehatan.
-
Memperluas amal usaha: panti asuhan, klinik ibu-anak, dan program sosial.
Pada masa ini Muhammadiyah juga memperkuat identitas sebagai gerakan Islam modernis yang non-politik praktis.
6. Ekspansi dan Modernisasi Besar (1970–2000)
Periode ini merupakan masa pertumbuhan pesat:
-
Berdirinya banyak Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) seperti:
-
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)
-
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
-
Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)
-
Dan puluhan lainnya.
-
-
Penguatan struktur organisasi dari pusat hingga ranting.
-
Pengembangan media dakwah seperti majalah dan radio.
-
Penguatan gerakan pembaruan dan pemikiran Islam.
7. Muhammadiyah Era Reformasi dan Kontemporer (2000–sekarang)
Ciri perkembangan Muhammadiyah modern:
a. Perluasan Amal Usaha
-
170 Perguruan Tinggi Muhammadiyah & 'Aisyiyah (PTMA).
-
500 rumah sakit dan klinik PKU.
-
20.000 sekolah dan madrasah.
-
Ratusan panti asuhan dan layanan sosial.
b. Peran Sosial dan Kebangsaan
-
Aktif dalam penanggulangan bencana melalui MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center).
-
Terlibat dalam dialog moderasi beragama.
-
Mengembangkan ekonomi umat berbasis koperasi dan UMKM.
c. Internasionalisasi
-
Membuka cabang dan kerja sama di luar negeri: Mesir, Malaysia, Australia, Eropa, Jepang, dan Amerika.
d. Penguatan Gerakan Intelektual
-
Melalui Majelis Tarjih dan Tajdid.
-
Mengembangkan pemikiran Islam berkemajuan (Islam Berkemajuan).
8. Identitas Muhammadiyah
Muhammadiyah dikenal sebagai:
-
Gerakan Islam modernis dan tajdid.
-
Berdakwah melalui pendidikan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan.
-
Tidak terlibat politik praktis sebagai organisasi.
-
Mengedepankan rasionalitas, kemajuan, dan kemurnian ajaran Islam.
-
Menghasilkan banyak tokoh nasional di bidang pendidikan, hukum, kesehatan, dan keagamaan.
Kesimpulan
Sejak didirikan pada 1912, Muhammadiyah telah berkembang menjadi salah satu organisasi Islam terbesar dan paling berpengaruh di Indonesia, dengan kontribusi besar dalam:
-
Pendidikan
-
Kesehatan
-
Penanggulangan bencana
-
Sosial kemasyarakatan
-
Pemikiran Islam modern
Karakter gerakannya yang moderat, modern, dan berorientasi amal membuat Muhammadiyah menjadi salah satu pilar penting dalam perkembangan Islam dan masyarakat Indonesia.
Komentar
Posting Komentar