Peran Gerakan Ekonomi Muhammadiyah

 

Peran Gerakan Ekonomi Muhammadiyah

 

A. Sumber Kekuatan Ekonomi Muhammadiyah

 

Persyarikatan Muhammadiyah sebagai organisasi social keag- amaan didirikan oleh K.H.Ahmad Dahlan karena punya sumber daya yang andal yaitu keimanan, pengetahuan dan ekonomi. Pendiri Mu- hammadiyah sangat menyadari betapa pentingnya aspek ekonomi da- lam suatu gerakan untuk mencapai cita-cita. Pada awal mula kehad- iran Muhammadiyah, sumber kekuatan dakwanya didukung oleh para pelaku ekonomi yang memiliki pengetahuan sekaligus disinari dengan keimanan, shingga mampu menyebarkan nilai-nilai keislaman ke berb- agai daerah di Indonesia yang mayoritas masyarakatnya sama sekali belum mengenal apa sesungguhnya Muhammadiyah itu. Dengan per- kataan lain masyarakatnya masih dominan meyakini kebiasaan yang sangat tradisional. Kekuatan ekonomi Muhammadiyah sekarang ini sungguh sangat luar biasa apabila dibandingkan dengan awal kehad- iran Muhammadiyah yang sasaran dakwanya serba disubsidi oleh para dermawan, khusunya para pengurus.

Jumlah anggota Muammadiyah yang telah bernomor baku Muham- madiyah dan yang belum serta simpatisan di seluruh Indonesia serta amal usahanya secara statistic apabila persyarikatan Muhammadi- yah mampu mengakomodir dengan sebaik mungkin sungguh luar bi- asa kekuatan ekonomi Muhammadiyah. Secara riil ada amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan telah memiliki kekuatan untuk menyubsidi kepentingan persyarikatan dalam berbagai sumber daya manusia dan sumber daya ekonomi.

Sumber daya tersebut di atas telah diisyaratkan oleh Allah SWT da- lam al-Qur’an misalnya dalam surat al-Mujadalah ayat 11:

 

236


يا ايها الذين امنوا اذا قيل لكم تفسحوا فى المجا لس فاسفحوا يسفح هللا لكم واذا قيل انشزوا فانشزوا يرفع هللا الذين امنوا منكم والذين اوتوا العلم درجا ت وهللا بما

تعملون خبير.

Artinya :” Wahai orang-orang yang beriman apabila dika- takan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan un- tukmu. Dan apabila dikatakan berdirilah “ Berdirilah Kamu “ maka berdirilah,niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman dan di ataramu dan orang-orang yang diberi ilmu be- berapa derajat. Dan Allah Mahatelili apa yang kamu kerjakan “.

 

Juga dalam surat al-Hujarat ayat 15.

انما المؤ منون الذين امنوا باهلل ورسوله ثم لم يرتابوا وجاهدوا باموالهم وانفسهم فىي

سبيل  هللا الئك هم الصا دقون.

Artinya : “ Sesungguhnya orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya, kemu- dian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.

Munculnya kekuatan dalam bidang ekonomi disebabkan oleh daya yang mendasari lebih awal, yaitu, kekuatan iman dan ilmu pengeta- huan. Orang beriman pasti memiliki etos kerja yang baik, karena ia sadar bahwa umat yang terbaik itu adalah yang mampu memberikan solusi atas masalah yang dihadapi manusia.

Muhammadiyah dengan segala potensi yang dimiliki melalui amal usahanya itu memerlukan strategi yang lebih riil kearah yang lebih spe- sifik dengan melibatkan elemen-elemen Muhammadiyah yang terkait. Misalnya, pada daerah tertentu ada peluang bisnis perumahan atau dalam bentuk lainnya, sebaiknya direspon dan hasilnya juga tetap da- lam pengawasan Muhammadiyah.

Sumber kekuatan ekonomi Muhammadiyah dari Sabang sampai Marauke sungguh menjajikan, sebab berbagai hal telah dimiliki seperti jumlah anggota dan simpatisan serta relasinya. Muhammadiyah dapat dijadikan sebagai instrument bisnis dalam posisi sebagai produsen, konsumen atau lainnya. Amal usaha yang paling terkecil sekalipun pas- ti punya potensi nilai ekonomi yang dapat menjadi sebuah kekuatan bagi persyarikatan Muhammadiyah.


Nilai dasar Muhammadiyah telah dituangkan dalam maksud dan tu- juannya, yaitu “Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam seh- ingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”. Dari sini, dapat dipahami bahwa salah satu yang menjadi program perjuangan Muhammadiyah adalah kesejahteraan masyarakat.. Kesejahteraan masyarakat tentu tidak terlepas dari keterkaitan dengan nilai ekonomi. Islam mengajarkan tentang kewajiban berinfak dan besedeqah serta yang lainnya. Bahkan, rukun Islam yang terakhir adalah menunaikan ibadah haji bagi yang mampu. Kemampuan bukan hanya pada aspek pegetahuan dan kesehatan, tetapi hal yang sangat urgen adalah ke- mampuan ekonomi, umat Islam khusunya warga Muhammadiyah tentu wajib menyadari bahwa amar ma’ruf nahi munkar tehadap pemurnian ibadah khusus dan pemurnian aqidah boleh dikata telah berhasil. Na- mun, amar ma’ruf dalam bidang ekonomi belum menjadi perioritas atau perhatian serius bagi Muhammadiyah.

Muhammadiyah sudah waktunya mendata kemungkinan-kemungk- inan apa yang dapat dijadikan sebagai sumber kekuatan ekonomi Mu- hammadiyah di seluruh nusantara. Muhammadiyah sudah tersebar di seluruh nusantara, dan warganya pasti ada yang mengetahui potensi ekonomi di daerahnya. Data yang diperoleh itu dikaji oleh Muhammad- iyah melalui majelis yang terkait dengan melibatkan PTM, kemudian hasilnya ditransformasikan kembali kepada warga Muhammadiyah se- bagai pelaku ekonomi.

 

B. Muhammadiyah dan Kelas Menengah

 

Suatu pergerakan dapat eksis melintasi zaman karena didasari den- gan nilai keimanan dan rasionalitas yang dimiliki oleh pendirinya dan generasi selanjutnya. Kebesaran persyarikatan Muhammadiyah akan terus maju dan berkembang, karena kemampuannya mempertahankan nilai-nilai yang selama ini menjadi dasar dalam beraktifitas. K.H. Ahmad Dahlan telah memberi contoh dalam mengembangkan Muhammadiyah yaitu, “tidak dendam, tidak marah, dan tidak sakit hati jika dicelah dan dikitik”. Pesan ini bukanlah hal mudah melekat pada setiap manusia, khususnya bagi warga Muhammadiyah, kalau bukan didorong oleh nilai-nilai keIslaman tersebut. Sifat tidak dendam muncul karena orang memiliki nilai keimanan dan pertimbangan rasional. Suatu pergerakan tidak mampu bertahan lama karena pendukungnya mudah tersinggu- ng, mudah putus asa. Pada akhirnya, mereka mengundurkan dari dan mengambil sikap keuar dari perkumpulan., bahkan kembali mencelah dan mengkritik.


K.H. Ahmad Dahlan sangat yakin bahwa Muhammadiyah ini akan diterima dengan baik oleh siapapun di kemudian hari, apabila diberikan penjelasan secara rasional, metode yang baik, dan disertai petunjuk dari Allah SWT. Telah banyak kisah berlalu bahwa sejumlah orang du- lunya sangat anti-Islam, anti-Muhammadiyah, tetapi kemudian berbalik menjadi pembela dan penggerak yang sangat produktif bagi misi Islam dan/atau misi Muhammadiyah.

Pesan K.H. Ahmad Dahlan “Hidup hidupilah Muhammadiyah dan jangan mencari hidup di Muhammadiyah”. Pesan ini memiliki nakna tauhid kepada Allah SWT, bahwa beraktifitas mrlalui wadah Muham- madiyah adalah dalam rangka ibadah dengan penuh keikhlasan kare- na mengharap keridhaan Allah semata.. K.H. Ahmad Dahlan dengan ilmu yang dimilikinya mampu memikirkan sangat jauh ke depan bah- wa Muhammadiyah ini akan semakin besar dan menjanjikan kegiatan ekonomi bisnis yang menguntungkan, menjanjikan pendapatan yang besar dan juga kekuasaan yang menggiurkan. Di sisi lain, Muhammad- iyah dengan amal usahanya di bidang pendidikan akan melahirkan para sarjana yang rasional, memiliki konsep dan teori yang dikembang- kan yang dapat menjadi sebuah kekuatan bagi persyarikatan sekaligus dapat menjadi sebuah ancaman.

K.H. Ahmad Dahlan sebagai pendiri persyarikatan Muhammadi- yah menyadari hal itu bahwa majunya suatu pergerakan memerlu- kan dukungan dari orang-orang yang berpikiran maju dan berakhlak yang tinggi, juga memerlukan dukungan material. Orang-orang yang mengkhidmatkan dirinya pada Muhammadiyah dan amal usahanya akan mampu menekan diri dari hal-hal yang menjanjikan di atas apa- bila ada jaminan terhadap diri dan keluarganya. K.H. Ahmad Dahlan melakoni usaha bisnisnya dengan berdagang yang hasilnya sebagian digunakan untuk membiayai para tenaga pengajar di sekolah yang ia rintis, karena beliau sadar bahwa yang mengurusi dan mengajar itu memerlukan material untuk keperluan dirinya dan keluarganya., se- mentara waktunya habis untuk mengajar dan mengurusi kepentingan persyarikatan.

Dari pesan pendiri Muhammadiyah tersebut di atas, dapat dipaha- mi bahwa dengan sunber daya manusia yang menjadi modal peng- gerak, Muhammadiyah memerlukan konsep rasional, produktif dan implementatif. Kemajuan Muhammadiyah dengan amal usahanya ten- tu perlu disyukuri. Namun, pada sisi lain terkadang beberapa orang membuat kejutan dengan menggugat amal usaha persyarikatan. Hal ini dikarenakan beberapa janji yang menggiurkan itu.. K.H. Ahmad Dahlan berpesan.  Hendaklah engkau tidak gampang melibatkan diri


dari perebutan tanah sehingga bertengkar dan berselisih, apabila ber- tengkar dan berselisih di muka pengadilan. Jika itu kau lakukan, maka Allah akan menjauhkanmu memperoleh rezeki dari Allah. Perkara yang sampai berurusan dengan pengadilan dikarenakan manusia-manusia yang berpengetahuan mengandalkan rasionalitasnya, sementara sisi rohaninya yang sangat lemah.

Muhammadiyah dengan dukungan masyarakat kelas menengah. Di bidang ekonomi mempunyai tugas yang dilematis, karena sebagian dari apa yang telah dihasilkan itu diperoleh dengan sistim ekonomi yang masih diperdebatkan. Padahal, hal itu sudah mengakar secara turun temurun dilakoninya dan dinikmati dengan senang hati. Gaya hid- up kelas menengah itu cenderung hedonis, sehingga untuk mengarah- kan pada prilaku ekonomi yang Islami relative, terdapat kendala. Di sini Muhammadiyah dituntut melalui majelis terkait untuk membuat suatu kepastian hokum terhadap problematika dalam percaturan ekonomi.

 

C. Pasang Surut Gerakan Ekonomi Muhammadiyah

 

Muhammadiyah memiliki peluang ekonomi yang sangat potensi- al sekiranya mampu mengelolanya dengan baik, sebagaimana yang pernah dicontohkan oleh KH. Ahmad Dahlan, yaitu berdakwah sam- bil berbisinis. Keberhasilan beliau dalam menjalankan binisnya karena beliau memiliki sifat kenabian, yaitu mengikuti prilaku Rasulullah Saw, yang mendapat kepercayaan untuk menjual barang dari pemilik modal yang besar dengan sifat kejujuran yang dibarengi dengan skill dalam transaksi jual beli.

Upaya Muhammadiyah untuk menjalankan dakwah melalui gerakan ekonomi telah dilakuakan dalam berbagai macam bentuk perekonomi- an. Tetapi tidak semua berhasil sesuai dengan harapan. Hal ini diseb- kan beberapa faktor diantarnya:

1. Orang-orang yang terlibat di dalamnya kebanyakan sebagai penganjur atau pengamat ekonomi atau sebagai ahli retorika;

2. Muhammadiyah masih memiliki standar ganda tentang kepas- tian hokum batas-batas kebolehan dalam meraih keuntungan;

3. Hubungan kerjasama antarwarga dan amal usaha persyarikatan Muhammadiyah belum menunjukkan kebersamaan yang maksi- mal dalam bentuk ta’awun;

4. Pengambil kebijakan dalam tubuh Muhammadiyah belum fo- cus secara maksimal dalam tataran implementasi terhadap apa yang telah diputuskan Muhammadiyah;


5. Etos kerja sebagian warga Muhammadiyah belum menunjukkan nilai-nilai seperti yang dicontohkan oleh pendiri Muhammadiyah;

6. Para pelaku bisnis Muhammadiyah di seluruh Indonesia belum bekerja sama dengan baik, termasuk dengan sesama amal us- aha.

Anggota Muhammadiyah secara individual menjalankan usahanya dan berhasil karena mereka memiliki etos kerja yang baik dan terhindar dari birokrasi yang berbelit-belit. Mereka mampu mengelola usahanya dengan penuh ketekunan dan kesabaran. Di sis lain, apabila dijalankan oleh organisasi, usaha itu mengalami stagnasi, bahkan kemunduran. Ini ironi sekali, karena Muhammadiyah sangat didukung oleh orang- orang kelas menengah dan rasional. Pekerjaan yang berat apabila dikerjakan secara gotong royong akan mudah diselesaikan. Ini berarti persoalan ekonomi dalam tubuh Muhammadiyah disebabkan oleh ele- men tertentu yang perlu diobati agar gerakan ekonomi Muhammadiyah bisa eksis.

Pernyataan Ali bin Abi Thalib bahwa:

الحق بال نظام سيغلبه البا طل بنظام.

Artinya : “kebenaran yang tidak terorganisir dengan baik akan ter- kalahkan oleh kebatilan yang terorganisir dengan baik”, ini berlaku di Muhammadiyah. Kader-kader potensial Muhammadiyah lompat pagar, karena mereka melihat potensi yang dimilikinya akan mempunyai hasil yang baik buat dirinya dan orang lain. Namun, potensi itu lambat untuk tersalurkan, dan mereka akhirnya mengambil langkah lain dan setelah di luar pagar, ternyata sukses.

Muhammadiyah dengan konsep ta’awun dalam berbisnis masih be- rada pada taraf konsep. Misalnya, ada warga Muhammadiyah yang menyampaikan ceramahnya kepada jamaah bahwa Muhammadiyah perlu tolong menolong sesame warga sebelum menolong yang lain- nya. Sebagian isi ceramahnya dikutip dari Majalah Suara Muham- madiyah, sementara dia sendiri belum berlangganan Majalah Suara Muhammadiyah. Ironisnya lagi, orang yang bersangkutan berlangga- nan majalah lainnya.. Sifat dan sikap yang ada pada warga Muham- madiyah perlu pencerahan atau memuhammadiyahkan presepsi dan prilaku warga Muhammadiyah seperti yang dilakukan oleh KH. Ahmad Dahlan berdakwa sambil berdagang. Dengan perkataan lain, kita harus mampu berteori sekaligus mengamalkan secara nyata dan menyentuh langsung hasilnya kepada orang lain, serta bias diteladani oleh yang lainnya.


Muhammadiyah dalam kiprah pembinaan dakwahnya pada berbagai kalangan telah banyak berhasil mengklasifikasikan dari aspek umur, aspek jenis kelamin. Sementara itu, tataran berdakwah melalui pelu- ang-peluang ekonomi masih terbatas. Potensi ekonomi pada setiap wilayah, daerah, cabang dan ranting Muhammadiyah sangat besar, tetapi belum diperhatikan. Muhammadiyah belum mendata, mengkla- sifikasikan peluang-peluang itu. Misanya, di daerah tertentu terdapat kekayaan alam yang potensial dan terjangkau, sementara daerah lain tidak memiliki kekayaan.

 

D. Model Gerakan Ekonomi Muhammadiyah

 

Muhammadiyah dengan misi dakwahnya ke segala lini memiliki pel- uang yang luar biasa dalam memformulasikan model gerakan ekonomi produktif apabila Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerjasama dengan majelis-majelis terkait dan Perguruan Tinggi muhammadiyah di seluruh Indonesia. Amal usaha Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, dari TK sampai perguruan tinggi apabila dikordinasi dan dikelola dengan sebaik mungkin dan seamanah mungkin, membutuhkan banyak alat tulis kantor, kebutuhan ini menjadi peluang bisnis yang sangat menjan- jikan untuk menopang kekuatan ekonomi Muhammadiyah.

Dalam Islam, sudah digariskan bahwa orang masuk surga dengan iman dan amal salih. Untuk berdaya,   orang harus bekerja, dan un- tuk bekerja, orang harus berpikir. Kelemahan pada beberapa gerakan ekonomi Muhammadiyah dikarenakan pelakunya belum memiliki skill yang standard dan etos kerja yang baik. Sehingga, Muhammadiyah perlu membentuk lembaga khusus, seperti BLKM (Balai Latihan Kerja Muhammadiyah) atau Majelis Pemberdayaan Masyarakat yang terjun langsung ke masyarakat.

Model ekonomi Muhammadiyah perlu mendapat dukungan dari per- guruan tinggi Muhammadiyah untuk meningkatkan sumber daya ma- nusia. Dukungan ini berupa pendampingan sepeti yang dilakukan oleh Majelis Pemberdayaan masyarakat, namun kapasitasnya perlu diting- katkan dan lebih fokur terhadap kualitasnya. Majelis Pembina Ekonomi Muhammadiyah pada era kepemimpinan M. Amin Rais telah merumus- kan tiga hal, yaitu:

1. Mengembangkan amal usaha milik Muhammadiyah yang mem- presentasikan kekuatan ekonomi organisasi Muhammadiyah.

2. Mengembangkan wadah koperasi bagi anggota Muhammadi- yah.

3. Memberdayakan anggota Muhammadiyah di bidang ekonomi dengan mengembangkan usaha-usaha milik anggota Muham- madiyah.

Mengembangkan gerakan ekonomi Muhammadiyah dengan mem- berdayakan atau memberikan peluang untuk lebih kreatif bagi para pelaku ekonomi Muhammadiyah akan memberikan dampak yang lebih positif bagi Muhammadiyah dan warganya.

Amal usaha Muhammadiyah yang digerakkan diawali dengan pros- es bottom-up (warga Muhammadiyah secara pribadi dan simpatisan). Kemudian, mereka secara ikhlas menyerahkannya kepada Muham- madiyah untuk dikelola secara terorganisasi. Amal usaha ini menun- jukkan kemajuan yang signifikan. Namun, Muhammadiyah juga telah merintis proses Top down.

Muhammadiyah memiliki peluang untuk mendesain model gera kan ekonomi secara internal dan eksternal:

1. Secara internal: melibatkan anggota Muhammadiyah dan kelu- arganya, anggota ortom Muhammadiyah dan keluarganya dan amal usaha Muhammadiyah dengan segala perangkatnya;

2. Secara eksternal: anggota Muhammadiyah pasti memiliki relasi dengan dunia luar, begitu pula dengan amal usaha Muhammad- iyah otomatis memiliki hubungan dengan lembaga-lembaga lain.

Kedua potensi di atas sebagai lahan garapan ekonomi perlu dikelola oleh Muhammadiyah secara professional dengan memposisikan pada tiga bagian, yaitu: produsen, penyalur dan konsumen.

Untuk berdakwah amar ma’ruf nahi munkar, apabila dilihat pada kecenderungan manusia modern, peluang yang sangat efektif adalah melalui bidang ekonomi. Kebutuhan manusia modern semakin kon- sumtif dan materialistic, sehingga model gerakan dakwah MUhammad- iyah dilakukan secara simultan dengan majelis terkait untuk mendesain model gerakan dakwah yang spesifik, unik dan impelementatif, serta terjangkau ke seluruh sasaran.

Muhammadiyah sebagai organisasi pembaharu seharusnya tampil terdepan mengantarkan masyarakat untuk berprilakuIslami dalam dun- ia bisnis. Oleh sebab itu, Majelis Tarjih Muhammadiyah berkewajiban membuat suatu peraturan hokum tentang batas-batas kategori subhat, mutasyabihat, haram dan halalnya suatu produk dan hasil usaha. Se- lama masih ada masalah hokum mengenai sebuah proses dan produk ekonomi, selama itu pula peluang gerakan ekonomi Muhammadiyah tetap ketinggalan meraih peluang-peluang ekonomi bisnis bergengsi.

Pola dperkaderan dalam Muhammadiyah perlu dimasukkan ke da- lam sistim ekonomi ala Muhammadiyah yang berkemajuan (berdaya saing tinggi) pada semua lini. Kita mengetahui bahwa Rasulillah Saw, pernah berdagang dan sukses karena memiliki intergritas diri yang ber- nuansa ilahiah, yaitu kejujuran dan keikhlasan. Begitu pula, K.H.Ah- mad Dahlan berhasil menjalankan misi dakwahnya dan bisnisnya. Ke- berhasilan K.H. Ahmad Dahlan tentu sangat diwarnai dengan nilai-nilai sepeti yang dimiliki oleh Rasulullah Saw.

 

 

RANGKUMAN

 

Muhammadiyah memiliki peluang ekonomi yang sangat potensi- al sekiranya mampu mengelolanya dengan baik, sebagaimana yang pernah dicontohkan oleh KH. Ahmad Dahlan, yaitu berdakwah sam- bil berbisinis. Keberhasilan beliau dalam menjalankan binisnya karena beliau memiliki sifat kenabian, yaitu mengikuti prilaku Rasulullah Saw, yang mendapat kepercayaan untuk menjual barang dari pemilik modal yang besar dengan sifat kejujuran yang dibarengi dengan skill dalam transaksi jual beli.

Upaya Muhammadiyah untuk menjalankan dakwah melalui gerakan ekonomi telah dilakuakan dalam berbagai macam bentuk perekonomi- an. Tetapi tidak semua berhasil sesuai dengan harapan.

Model ekonomi Muhammadiyah perlu mendapat dukungan dari per- guruan tinggi Muhammadiyah untuk meningkatkan sumber daya ma- nusia. Dukungan ini berupa pendampingan sepeti yang dilakukan oleh Majelis Pemberdayaan masyarakat, namun kapasitasnya perlu diting- katkan dan lebih fokur terhadap kualitasnya.

Muhammadiyah dengan segala potensi yang dimiliki melalui amal usahanya itu memerlukan strategi yang lebih riil kearah yang lebih spe- sifik dengan melibatkan elemen-elemen Muhammadiyah yang terkait. Misalnya, pada daerah tertentu ada peluang bisnis perumahan atau dalam bentuk lainnya, sebaiknya direspon dan hasilnya juga tetap da- lam pengawasan Muhammadiyah.

Sumber kekuatan ekonomi Muhammadiyah dari Sabang sampai Marauke sungguh menjajikan, sebab berbagai hal telah dimiliki seperti jumlah anggota dan simpatisan serta relasinya. Muhammadiyah dapat dijadikan sebagai instrument bisnis dalam posisi sebagai produsen, konsumen atau lainnya. Amal usaha yang paling terkecil sekalipun pas- ti punya potensi nilai ekonomi yang dapat menjadi sebuah kekuatan


bagi persyarikatan Muhammadiyah. Nilai dasar Muhammadiyah tel- ah dituangkan dalam maksud dan tujuannya, yaitu “Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”.

 

 

LATIHAN

 

Kerjakan bdan diskusikan persoalan dibwah ini secara berkelompok

1. Bagaimana pandangan KHA Dahlan terhadap aspek ekonomi bagi organisasi Muhammadiyah ?

2. Apa yang dimaksud pesan KHA Dahlan,” Hidup-hidupilah Mu- hammadiyah jangan mencari hidup di Muhammadiyah ?

3. Gerakan ekonomi Muhammadiyah juga mengalami pasang surut, mengapa ?

4. Bagaimana cara mengembangkan gerakan ekonomi Muham- madiyah

5. Muhammadiyah memiliki peluang untuk mendesain model gera- kan ekonomi secara internal dan eksternal. Jelaskan !

 

 

PETUNJUK JAWABAN LATIHAN

 

Untuk menjawab soal nomor 1-5, silahkan kaji kembali materi di atas

 

TES FORMATIF 1

Pilihlah jawaban yang paling benar !

1. KHA Dahlan menyadari bahwa sumber dana Persyarikatan yang paling tepat adalah dari ...

a. Amal Usaha Pendidikan

b. Amal Usaha Panti Asuhan

c. Amal Usaha Perekonomian

d. Amal Usaha Kesehatan

2. Hidup-hidupilah Muhammadiyah dan jangan mencari ... di Muhammadiyah

a. Kedudukan

b. Pangkat

c. Jabatan

d. Hidup

3. Pergerakan Muhammadiyah akan bisa maju apabila didukung oleh orang-orang berpikiran maju dan ...tinggi

a. akhlak

b. pangkat

c. kedudukan

d. Jabatan

4. Kebenaran yang tidak terorganisir akan bisa dikalahkan ... yang terorganisir.

a. kebohongan

b. kebathilan

c. keburukan

d. kecurangan

5. Sumber kekuatan ekonomi Muhammadiyah itu ada pada ...

a. pemerintah

b. anggota

c. masyarakat

d. simpatisan

 

Cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat dibagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar, kemudian gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat pengua- saan Mahasiswa terhadap materi kegiatan belajar 2.

 

Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar x 100%

Jumlah soal

Arti tingkat penguasaan;

• 90-100 = baik sekali

• 80-89 = baik

• 70-79 = cukup

• < 70 % = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, mahasiswa

dapat meneruskan dengan kegiatan belajar 2. Bagus. Jika masih dibawah 80% mahasiswa harus mengulangi materi kegiatan belajar 2, terutama bagian yang belum dikuasai


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsep Dasar Muamalah Duniawiyah ** YULIZA

MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 6 SD "Pecahan dan Desimal"

SEJARAH PERKEMBANGAN MUHAMMADIYAH DI INDONESIA