MODUL AJAR IPAS KELAS VI

 

MODUL AJAR IPAS KELAS VI

 

INFORMASI UMUM

 

A. Identitas Modul

 

Nama Penyusun

TRI AYU PUJI ASTUTI, S.Pd

Satuan Pendidikan

SDN 2 SUMBERMULYO

Tahun Ajaran

2025/2026

Mata Pelajaran

Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)

Jenjang/Kelas

SD / VI (Enam)

Bab/Topik Spesifik

Bab 1 / Bagaimana Tubuh Kita Bergerak?

Alokasi Waktu

21 Jam Pelajaran (JP) @35 menit (dapat disesuaikan)

 

B. Identifikasi Murid

 

Kategori

Deskripsi

Pengetahuan Awal

Peserta didik pada umumnya telah mengetahui bahwa tubuh dapat bergerak, berlari, dan melompat. Mereka mungkin memiliki pemahaman dasar bahwa ada "tulang" di dalam tubuh, namun belum memahami secara mendalam konsep sistem gerak sebagai kerja sama antara rangka, otot, sendi, dan sistem saraf.

Minat

Minat peserta didik sangat beragam. Sebagian besar aktif dalam kegiatan fisik seperti olahraga (sepak bola, bulu tangkis) dan permainan tradisional. Beberapa lainnya menyukai menari atau bermain gim video, yang semuanya melibatkan koordinasi gerakan. Minat ini dapat dijadikan sebagai konteks pembelajaran yang relevan.

Kebutuhan Belajar

Peserta didik membutuhkan pembelajaran yang konkret dan interaktif. Mereka belajar paling baik melalui pengalaman langsung (eksperimen, membuat model) dan aktivitas fisik, bukan sekadar menghafal nama-nama tulang atau otot. Pendekatan yang mengaitkan materi dengan hobi dan aktivitas sehari-hari akan meningkatkan motivasi dan pemahaman mereka secara signifikan.

 

 

C. Materi Pelajaran

Poin-poin utama materi yang akan dipelajari dalam bab ini meliputi:

1. Rangka, Sendi, dan Otot: Fungsi rangka sebagai penopang tubuh, jenis-jenis sendi yang memungkinkan pergerakan, dan peran otot sebagai alat gerak aktif.

2. Sistem Saraf: Peran sistem saraf sebagai pusat komando yang menerima rangsangan dan mengirimkan perintah untuk bergerak.

3. Mekanisme Gerak: Bagaimana rangka, sendi, otot, dan saraf bekerja sama untuk menghasilkan sebuah gerakan.

4. Gangguan pada Sistem Gerak: Mengenal beberapa penyakit atau kelainan yang dapat menyerang sistem gerak.

5. Cara Menjaga Kesehatan Sistem Gerak: Mengidentifikasi dan menerapkan kebiasaan hidup sehat untuk menjaga kesehatan tulang, otot, dan sendi.

 

D. Dimensi Profil Lulusan

 

Dimensi

Elemen yang Dikembangkan

Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, & Berakhlak Mulia

Mensyukuri anugerah Tuhan berupa sistem gerak yang sempurna dengan cara merawat dan menjaganya (Akhlak kepada diri sendiri).

Gotong Royong

Peserta didik berkolaborasi secara efektif dalam kegiatan kelompok, seperti saat membuat model atau melakukan simulasi, untuk mencapai tujuan bersama.

Mandiri

Menunjukkan inisiatif dan tanggung jawab dalam melakukan percobaan sederhana dan menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan.

Bernalar Kritis

Menganalisis hubungan sebab-akibat (misalnya, antara asupan kalsium dan kesehatan tulang) dan mengidentifikasi cara kerja sistem gerak melalui pengamatan dan percobaan.

 

E. Desain Pembelajaran

 

Komponen

Deskripsi

Capaian Pembelajaran (Elemen Pemahaman IPAS)

Peserta didik dapat melakukan simulasi menggunakan gambar/bagan/alat/media sederhana tentang sistem organ tubuh manusia (sistem gerak) yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan organ tubuhnya dengan benar.

Lintas Disiplin Ilmu

PJOK: Mengaitkan mekanisme gerak dengan aktivitas olahraga dan pemanasan. SBdP: Membuat karya (model replika tangan) untuk memahami cara kerja otot dan tulang. Bahasa Indonesia: Menuliskan laporan pengamatan dan mempresentasikan hasil diskusi.

Tujuan Pembelajaran Bab Ini

1. Mengidentifikasi organ tubuh yang berkaitan dengan sistem gerak.

2. Menjelaskan cara tubuh kita bisa bergerak.

3. Mengenal sistem saraf yang mengendalikan tubuh kita.

4. Menjelaskan cara menjaga kesehatan sistem gerak dalam perilaku sehari-hari.

Praktik Pedagogis (Pendekatan Deep Learning)

Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Inkuiri), Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan).

Metode:

• Pembelajaran Bermakna (Meaningful): Mengaitkan fungsi sendi dengan gerakan sholat, olahraga, atau menari. Menganalisis pentingnya kalsium melalui percobaan telur dan cuka.

• Pembelajaran Menyenangkan (Joyful): Belajar melalui permainan "Simon Berkata", membuat replika tangan, dan simulasi "pesan berantai" sistem saraf.

• Pembelajaran Penuh Kesadaran (Mindful): Aktivitas mengamati dan merasakan gerakan sendi sendiri, latihan fokus melalui pengamatan perubahan pada percobaan, dan refleksi diri tentang postur tubuh.

Pemanfaatan Digital

Pemanfaatan video pembelajaran (jika tersedia) tentang animasi sistem gerak atau simulasi digital interaktif mengenai cara kerja sendi dan otot sebagai pengayaan.

 

PENGALAMAN BELAJAR (RINCIAN PER PERTEMUAN)

Blok 1: Aktor di Balik Gerakan Kita (Topik A: Rangka, Sendi, dan Otot)

Pertemuan 1-2: Rangka dan Sendi, Poros Gerakan

● Kegiatan Awal (15 menit)

1. Guru menyapa dan mengajak peserta didik memulai dengan doa.

2. Aktivitas Penuh Kesadaran (Mindful Learning): Guru meminta peserta didik untuk berdiri dan melakukan beberapa gerakan sederhana: melambaikan tangan, menganggukkan kepala, menekuk lutut.

3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Bagian tubuh mana saja yang baru saja kalian gerakkan? Mengapa tangan kita bisa melambai, tapi tulang kering kita tidak bisa ditekuk?"

4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan mencari tahu "engsel" rahasia di tubuh kita yang membuat kita bisa bergerak.

● Kegiatan Inti (45 menit)

1. Permainan (Joyful Learning): Peserta didik bermain "Nama Berkata" (modifikasi dari Simon Says). Guru memberi instruksi, "Nama berkata, sentuh sikumu!", "Nama berkata, putar pergelangan tanganmu!", "Nama berkata, sentuh lututmu!".

2. Setelah permainan, guru memimpin diskusi: "Bagian-bagian yang tadi kita sentuh disebut sendi. Sendi adalah penghubung antartulang."

3. Aktivitas Penuh Kesadaran (Mindful Learning): Peserta didik secara individu diminta menggerakkan kembali siku, bahu, dan lututnya secara perlahan. Mereka diminta merasakan sejauh mana bagian tersebut bisa bergerak dan ke arah mana saja.

4. Guru menjelaskan bahwa setiap sendi punya kemampuan gerak yang berbeda (seperti sendi engsel pada siku dan lutut, dan sendi peluru pada bahu).

5. Peserta didik secara berpasangan menganalisis gambar kerangka manusia, mencoba menemukan di mana saja letak sendi-sendi utama.

● Kegiatan Penutup (10 menit)

1. Peserta didik menyimpulkan fungsi sendi sebagai penghubung tulang yang memungkinkan gerakan.

2. Refleksi singkat: "Gerakan apa yang tidak mungkin kita lakukan jika tidak punya sendi di lutut?" (Contoh: duduk bersila, berlari, melompat).

Pertemuan 3-5: Otot, Si Penggerak yang Kuat

● Kegiatan Awal (15 menit)

1. Guru mengulas kembali tentang rangka dan sendi.

2. Guru menunjukkan sebuah benda (misal: boneka kayu) dan bertanya, "Boneka ini punya tulang dan sendi, tapi kenapa tidak bisa bergerak sendiri seperti kita?" Pertanyaan ini mengarahkan pada konsep "penggerak".

● Kegiatan Inti (80 menit)

1. Membuat Replika Tangan (Joyful & Meaningful Learning): Peserta didik secara berkelompok membuat model tangan manusia menggunakan bahan sederhana seperti kertas karton (sebagai tulang), sedotan (sebagai jalur otot), dan benang (sebagai otot).

2. Langkah-langkah detail:

■ Jiplak telapak tangan di atas kertas karton lalu gunting.

■ Potong sedotan menjadi ruas-ruas pendek dan tempelkan di setiap ruas jari pada karton.

■ Masukkan benang melalui setiap ruas sedotan pada satu jari, lalu satukan semua benang di bagian "pergelangan tangan" karton.

■ Saat benang ditarik, "jari-jari" karton akan menekuk seperti tangan asli.

3. Setelah model jadi, peserta didik bereksperimen dengan menarik benang dan mengamati gerakan jari.

4. Diskusi: Guru menjelaskan bahwa benang itu ibarat otot. Otot menarik tulang untuk menghasilkan gerakan. Kita tidak bisa bergerak tanpa otot.

5. Aktivitas Penuh Kesadaran (Mindful Learning): Peserta didik diminta mengangkat lengan bawahnya (seperti mengangkat barbel) dan tangan lainnya meraba lengan atas. "Apa yang kalian rasakan di lengan atas saat lengan bawah diangkat? Itulah otot yang sedang bekerja (kontraksi)."

● Kegiatan Penutup (10 menit)

1. Peserta didik menjelaskan kembali dengan kata-katanya sendiri bagaimana tulang, sendi, dan otot bekerja sama untuk membuat tangan bergerak, menggunakan replika yang mereka buat.

2. Guru memberikan penguatan: Rangka adalah penopang, sendi adalah poros, dan otot adalah penggeraknya.

Blok 2: Pusat Kendali Tubuh (Topik B & C: Sistem Saraf dan Menjaga Kesehatan)

Pertemuan 6-8: Sistem Saraf, Si Pengantar Pesan Kilat

● Kegiatan Awal (10 menit)

1. Permainan Reaksi Cepat (Joyful Learning): Guru secara tiba-tiba menjatuhkan spidol (yang tidak berbahaya) di depan seorang peserta didik. Amati reaksi spontan peserta didik untuk menangkapnya.

2. Ajukan pertanyaan: "Bagaimana tanganmu bisa tahu harus bergerak menangkap spidol secepat itu? Siapa yang memberi perintah?"

● Kegiatan Inti (50 menit)

1. Guru menjelaskan secara sederhana peran sistem saraf sebagai pengirim pesan super cepat antara tubuh dan otak.

2. Simulasi "Pesan Berantai Saraf" (Joyful Learning):

■ Peserta didik berdiri berbaris memanjang ke belakang.

■ Orang paling belakang akan menepuk bahu orang di depannya. Orang yang ditepuk harus segera menepuk bahu orang di depannya lagi, begitu seterusnya sampai orang paling depan mengangkat tangan.

■ Guru menghitung waktu yang dibutuhkan "pesan" untuk sampai ke depan.

3. Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning): Guru mengaitkan simulasi tersebut dengan cara kerja saraf. Tepukan adalah rangsangan, barisan siswa adalah jalur saraf, dan otak adalah orang terakhir yang menerima pesan dan memberi perintah (mengangkat tangan).

4. Diskusi: Apa yang terjadi jika ada satu anak dalam barisan yang lambat merespon? (Jawab: Pesan akan terhambat). Ini menjelaskan mengapa gangguan saraf bisa membuat gerakan menjadi lambat atau sulit.

● Kegiatan Penutup (10 menit)

1. Peserta didik membuat alur kerja sederhana di buku mereka: Rangsangan → Saraf → Otak → Perintah → Gerakan.

2. Refleksi: "Sebutkan satu contoh gerakan refleks yang pernah kamu alami!"

Pertemuan 9-11: Menjaga Aset Berharga Kita

● Kegiatan Awal (10 menit)

1. Guru bertanya, "Apa yang terjadi pada tulang jika kita jatuh dengan keras? Pernahkah kalian melihat orang yang memakai gips?" Diskusi ini mengarah pada pentingnya menjaga kesehatan tulang.

● Kegiatan Inti (50 menit)

1. Percobaan Kerapuhan Tulang (Meaningful Learning):

■ Guru telah menyiapkan dua buah telur dari 5 hari sebelumnya. Satu telur direndam dalam air biasa, dan satu lagi direndam dalam cuka.

■ Guru mengeluarkan kedua telur. Peserta didik mengamati perbedaan keduanya. Cangkang telur yang direndam cuka akan menjadi lunak.

■ Penjelasan: Cangkang telur kaya akan kalsium, sama seperti tulang kita. Cuka melarutkan kalsium, membuatnya menjadi rapuh. Ini adalah gambaran apa yang terjadi jika tubuh kita kekurangan kalsium.

2. Diskusi Kelompok: Peserta didik berdiskusi tentang cara menjaga kesehatan sistem gerak. Guru memberikan beberapa poin pemicu:

■ Makanan apa yang baik untuk tulang? (Susu, keju, sayuran hijau).

■ Mengapa kita perlu berjemur di pagi hari? (Vitamin D membantu penyerapan kalsium).

■ Apa yang harus dilakukan sebelum berolahraga? (Pemanasan untuk mencegah cedera otot).

■ Bagaimana posisi duduk yang baik? (Tegak, untuk menjaga kesehatan tulang belakang).

3. Setiap kelompok membuat poster sederhana "Cara Jitu Jaga Raga" yang berisi tips menjaga kesehatan sistem gerak.

● Kegiatan Penutup (10 menit)

1. Setiap kelompok mempresentasikan posternya secara singkat.

2. Komitmen Diri: Setiap peserta didik menuliskan satu kebiasaan sehat yang akan mulai mereka terapkan.

 

ASESMEN

 

Jenis Asesmen

Teknik dan Instrumen

Asesmen Awal (Diagnostik)

Tanya Jawab Lisan: Di awal bab, guru mengajukan pertanyaan pemantik ("Bagaimana tubuh kita bisa bergerak?") untuk memetakan pemahaman awal peserta didik. Observasi: Mengamati reaksi dan jawaban peserta didik saat permainan "Nama Berkata".

Asesmen Formatif (Proses)

Penilaian Kinerja: Menggunakan rubrik sederhana untuk menilai proses dan hasil pembuatan "Replika Tangan". Aspek yang dinilai: kerja sama tim, kemiripan fungsi dengan tangan asli, kemampuan menjelaskan cara kerja model.

Observasi: Catatan anekdotal guru tentang keaktifan peserta didik dalam diskusi, simulasi, dan percobaan.

Penilaian Antarteman (Peer Assessment): Saat kerja kelompok membuat poster, peserta didik saling memberi masukan.

Asesmen Sumatif (Akhir Bab)

Proyek Analisis Gerakan (Kinerja): Peserta didik diminta memilih satu aktivitas sederhana (misal: melempar bola). Kemudian, mereka menjelaskan secara lisan atau tulisan singkat, organ gerak apa saja yang bekerja sama untuk melakukan aktivitas tersebut (tulang lengan, sendi siku, otot bisep, perintah dari otak melalui saraf).

Tes Tulis Singkat: 2-3 soal esai berbasis analisis kasus. Contoh: "Mengapa seorang atlet harus melakukan pemanasan sebelum bertanding? Hubungkan jawabanmu dengan fungsi otot dan sendi!"

 

PENGAYAAN DAN REMEDIAL

● Kegiatan Pengayaan:

○ Bagi peserta didik yang sudah memahami konsep dengan cepat, mereka dapat melakukan riset sederhana tentang salah satu penyakit tulang (misal: osteoporosis atau skoliosis) dan mempresentasikannya di depan kelas.

○ Mencari tahu tentang sistem gerak pada hewan (misalnya, mengapa burung bisa terbang atau ikan bisa berenang).

● Kegiatan Remedial:

○ Bagi peserta didik yang masih kesulitan, guru dapat memberikan bimbingan lebih intensif saat kegiatan pembuatan "Replika Tangan".

○ Menggunakan torso atau model kerangka manusia (jika tersedia) untuk menunjukkan secara langsung letak tulang dan sendi.

○ Menonton kembali video animasi sederhana tentang cara kerja sistem gerak bersama guru.

 

REFLEKSI DIRI PESERTA DIDIK DAN PENDIDIK

Refleksi Diri Peserta Didik:

Setelah mempelajari bab ini, jawablah pertanyaan berikut di buku tulismu:

1. Hal baru apa yang paling menarik yang aku pelajari hari ini? Mengapa?

2. Bagian mana dari sistem gerak (tulang, sendi, otot, atau saraf) yang menurutmu paling hebat? Jelaskan alasanmu!

3. Setelah melakukan percobaan telur dan cuka, apa yang akan kamu lakukan agar tulangmu tetap kuat?

4. Apakah ada kesulitan yang kamu hadapi saat belajar? Bagaimana caramu mengatasinya?

Refleksi Diri Pendidik:

1. Aktivitas mana yang paling efektif dalam membantu peserta didik memahami konsep sistem gerak sebagai sebuah kerja sama?

2. Apakah pendekatan Deep Learning (Bermakna, Menyenangkan, Penuh Kesadaran) sudah terintegrasi dengan baik dalam setiap pertemuan? Bagian mana yang perlu ditingkatkan?

3. Bagaimana saya dapat membantu peserta didik yang masih kesulitan membedakan fungsi otot dan sendi?

4. Apa temuan menarik dari hasil asesmen formatif yang dapat saya gunakan untuk perbaikan pembelajaran di bab selanjutnya?

 

 

 

 

 

Sumbermulyo, 15 Juli 2025

 

Mengetahui,

 

Kepala SDN 2 Sumbermulyo                                                     Guru Mata Pelajaran

 

 

 

 

 

BUDI RUDIANTO, S.Pd                                                              TRI AYU PUJI ASTUTI, S.Pd

NIP. 198401012014061004                                                          NIP: -

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsep Dasar Muamalah Duniawiyah ** YULIZA

MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 6 SD "Pecahan dan Desimal"

SEJARAH PERKEMBANGAN MUHAMMADIYAH DI INDONESIA